Penyelundupan Ponsel Impor Senilai Rp 648 Juta dari Singapura Digagalkan Bea Cukai Jabar

Penyelundupan Ponsel Impor Senilai Rp 648 Juta dari Singapura Digagalkan Bea Cukai Jabar – Seseorang pria menyelundupkan beberapa ratus hp import bermacam merk dari Singapura ke Indonesia lewat Bandara Husein Sastranegara Bandung. Tetapi usaha itu tidak berhasil sesudah kepergok petugas Bea serta Cukai Jawa barat.

Pria penyelundup itu bernama Bobby Susanto (25). Sekarang masyarakat Kopo Bandung itu duduk di kursi pesakitan. Ia didakwa dengan menyengaja menyelundupkan 231 hp bersama aksesorinya. Sidang masalah itu juga diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (9/4/2019).

“Terdakwa lakukan tindakan yakni sembunyikan barang import berbentuk 231 buah handphone beberapa type serta merk dan 30 aksesories handphone dengan menantang hukum,” kata jaksa Kejari Bandung Ikhsan Nasrulloh dalam surat tuduhan yang di terima detikcom.

Tindakan dijalani Bobby bermula waktu pergi ke Singapura pada Januari 2019. Waktu itu, ia mengontak partnernya, Handy Dibiyanto, untuk menyusul dari Bandung ke Singapura sekalian membawa 6 koper kosong.

Singkat kata, Bobby sudah beli bermacam hp pandai dari beberapa toko itu. Totalnya sampai 231 buah hp dan beberapa jenis aksesorinya. Ia lalu pesan ticket penerbangan untuk kembali pada Bandung.

Sebelum kembali pada Indonesia pada 26 Januari 2019, Bobby mengepak beberapa ratus hp itu ke koper kosong yang awal mulanya dibawa Handy. Tetapi dari 6 koper, cuma 2 koper yang dipakai untuk menaruh hp serta aksesories.

Di Bandara Changi, Singapura, terdakwa cetak terlebih dulu sinyal bagasi sekitar 4 lembar atas nama Handy serta Bobby. Namun, terdakwa cuma melekatkan 2 lembar ke koper yang berisi makanan serta baju pribadi. Sedang bekasnya dimasukkan ke saku jaket.

Koper berisi makanan dengan sinyal bagasi dimasukkan ke bagasi pesawat. Sesaat koper tidak bertanda yang berisi hp serta aksesori ditempatkan di kabin pesawat.

Sesampainya di Bandara Husein Sastranegara, Bobby membawa koper berisi hp ke toilet. Di toilet itu, Bobby lalu melekatkan sinyal bagasi yang awal mulanya disimpan di saku.

Petugas Bea serta Cukai masih mengecek karena berprasangka buruk dengan tingkah laku terdakwa. Petugas Bea serta Cukai lalu memakai X-ray pada koper serta diketemukan beberapa ratus hp itu.

Tindakan terdakwa dipandang melanggar Masalah 102 huruf e Undang-Undang Nomer 17 Tahun 2006 mengenai Pergantian Atas Undang-undang Nomer 10 Tahun 1995 mengenai Kepabeanan.